Ibu Remaja Juga Bisa!

I Have A Child, But I’m Still A Child!

Selama ini aku kehilangan jati diri. Aku pikir aku dewasa. Kejadian yang aku alami beberapa hari kemarin menyadarkan aku kalau sebenarnya aku masih hanyalah seorang anak kecil. Child! Sesuai dengan umurku, 18 Tahun. Nah, inilah beberapa faktor atau kesimpulan yang aku buat yang mengidentifikasi kalau aku belum dewasa alias remaja, baik secara fisik maupun psikologis.

-          Selalu Menyalahkah Orang Lain

Coba deh perhatiin anak kecil, ketika mereka melakukan kesalahan, apa yang bakal dan pasti mereka bilang? Dia yang salah! Gara-gara dia! Whatever, Intinya, menyalahkan orang lain atas perbuatannya.

-          Ga Terima Kalo Dikoreksi

Oke, koreksi itu memang pahit banget, bau lagi.. Ihhh, kyk minum obat! Tapi, setelah minum obat, pasti sakit yang dirasakan sebelumnya sembuh, bukan? Nah, masalahnya anak-anak paling ga suka minum obat. Ya, gimana mau sembuh toh?

-          Siapa Lu berani marahin gue!

Yap, anak kecil biasanya hanya takut sama orang tuanya. Untuk menjadi dewasa, stop menilai secara subjektif. Jangan lihat pembicara. Lihat apa isi kata-katanya. Bermutu gak? Kalo iya, terapkan!

Baru-baru ini saya menghadiri seminar dan ada satu kalimat yang sampai sekarang ini saya ingat kata-kata itu. Benar- benar berpengaruh banget terhadap cara berpikirku.

Keberhasilan dilihat bukan dari seberapa sedikit kita melakukan kesalahan, tetapi seberapa cepat kita melakukan perbaikan dalam banyak kesalahan-kesalahankita.

Yaa, sepertinya dengan menulis ini aku uda jadi cukup dewasa deh sekarang. (*didemo sama orang satu kampung) :D Yuk, buat kita semua, mari kita mendewasakan diri.

Nopember 21st, 2011 at 17:43 and tagged , , , , , ,  | Comments & Trackbacks (1) | Permalink


Launcing Terbaru dari Honda - Honda Supra X 125 Helm In

Haiiii, akhirnya saya kembali lagi dapat mengup-date tulisan terbaru dan kali ini saya akan berbagi mengenai suatu acara yang baru-baru ini saya hadiri. Tak hanya acaranya yang menarik tetapi juga isi dalam acara tersebut sendiri juga sangat ‘wah’! Yap, apalagi kalau bukan acara peresmian Honda Supra X 125 Helm In. Moms, bukan zamannya lagi kan kalau sepeda motor itu hanya untuk cowok? (dari dulu juga cewek bisa mengendarai motor yah.. :p) Tapi, kali ini beda, Honda Supra X Helm In memiliki bagasi serbaguna! Hmm, ibu-ibu yang kekurangan tempat untuk membawa perlengkapannya bisa atuh dimasukin ke bagasi, jadi tasnya ga cepat rusak.. :D . Yuk, kita simak gimana menariknya acara launching dari Honda dan apa sesuatu yang hebat, yang ditawarkan di sana!

Siapa yang tidak kenal Honda? Semua penduduk Indonesia pasti tahu! Bahkan, kebanyakan orang menyebut sepeda motor dengan sebutan ‘Honda’, meskipun sebenarnya sepeda motor tersebut bukan buatan Honda. Ya, Honda memang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan kita.

Honda Supra X 125 Helm InHonda, salah satu perusahaan sepeda motor terbesar di Indonesia, kembali memberikan kejutan hebat kepada seluruh pecinta Honda. Tepat pada hari Minggu, 13 November 2011 kemarin, Honda meresmikan inovasi terbarunya, Honda Supra X 125 Helm In di Pelataran Parkir Plaza Medan Fair. Inovasi luar biasa ini memiliki banyak fitur yang sangat menarik minat para pengunjung, di mana Honda Supra X 125 Helm In memiliki kapasitas tangki BBM hingga 5,6 Liter, bagasi serba guna berkapasitas mencapai 19,5 liter, memiliki desain modern dengan lampu utama ganda, sayap samping 3D yg fungsional, lampu belakang ganda modern dengan LED, pijakan kaki belakang, dan desain knalpot dilengkapi pelindung yang elegan, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi yakni irit BBM.

Moment penting ini diisi juga dengan beragam acara menarik seperti Model Competition, Fashion Dance, Band Competition, Dance Competition, Test Ride Supra X 125 Helm In, dan sebagainya. Namun, yang paling menarik dalam acara tersebut, Honda tak hanya bercerita panjang lebar mengenai inovasi terbaru ini, tetapi membiarkan seluruh pengunjung menyaksikan secara langsung bagaimana irit dan kerennya Honda Supra X 125 Helm In melalui “Tantangan Jelajah Honda Supra X 125 Helm In Membelah Sumatera Utara”.

Tantangan ini dilaksanakan pada Minggu Pagi dimulai dari kota Tarutung hingga kota Medan dengan hanya sekali isi tangki BBM. Honda memang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Honda Supra X 125 Helm In ini juga dipasarkan dengan harga yang terjangkau yakni Rp. 16.811.000,-.

Honda Supra X 125 Helm InMenurut saya sendiri, acara perkenalan untuk Honda Supra X 125 Helm In ini benar-benar sangat mengagumkan karena memang memperkenalkan sepeda motor inovasi terbaru yang hebat. Tak hanya memiliki desain modern, tetapi memiliki fungsi yang maksimal. Nama yang diberikan juga sangat pas yakni ‘Helm In’, namun sebenarnya bagasi ini juga bersifat serba guna. Sesuai untuk kalangan remaja maupun dewasa. Honda Supra X 125 Helm In benar-benar sesuatu yang membanggakan untuk nama besar HONDA. Yuk, kita pakai Honda…

Nopember 17th, 2011 at 10:48 and tagged , ,  | Comments & Trackbacks (4) | Permalink


Ibu Remaja

Haiii….

Apa kabar ibu remaja sekalian..

Sudah lama tidak menyapa dengan artikel-artikel fresh. Ditunggu ya, akan segera dipublish.

Nopember 12th, 2011 at 18:29 and tagged ,  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Anakku Ikut Lomba Foto

Halo semua… Udah lama nih ga nilus postingan baru…

Kali ini anakku ikut lomba foto.. Mohon dukungannya ya..

Klik link di bawah ini ya..

http://apps.facebook.com/sweetyclothlike/voting.php?page=17&guid=

kemudian, like nya di nama Yosia Reusouchi

Terima kasih banyak bagi yang nge-like yah… :)

Februari 2nd, 2011 at 17:33 and tagged , , , , ,  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Menikah Lagi?

Apakah kamu seorang lajang? Atau kamu seorang gadis? Atau duda? Atau janda? Atau janda muda seperti saya ini? Hehehe.. jawab sendiri aja lah ya..

Intinya, siapa pun kamu, pasti berkeinginan memiliki keluarga yg bahagia dan harmonis. Ya kan? Nah, namun postingan saya kali ini adalah khusus untuk kamu yang telah mengalami kegagalan pertama dalam pernikahan, terutama yang berpisah karena perceraian.

Apapun alasan kamu bercerai, itu adalah salah satu kegagalan serius dan patut kamu pikirkan dengan matang-matang jika kamu ingin memulai yang baru lagi. Kegagalan pertama sangat berpengaruh besar terhadap perkawinan kedua jika kamu tetap mempertahankan permasalahan di dalam perkawinan pertama. Artinya, kamu harus benar-benar bisa mengenali permasalahan dalam perkawinan pertama. Seandainya pun kamu adalah pihak yg dirugikan oleh pasangan, kamu juga bersalah. Mengapa kamu bisa memilih pasangan seperti dia? Jadi, untuk yang kedua kalinya, jangan ada alasan salah pilih pasangan. Pasang kaca pembesar agar kamu benar-benar mengenali siapa calon pasangan hidup kamu selanjutnya ini.

Nah, yang kedua, saya fokuskan kepada Anda yang telah memiliki anak melalui perkawinan pertama. Jika Anda mendapat hak asuh atau memang pasangan hidup sama sekali tidak mau tahu soal mengasuh anak, sehingga dengan otomatis kamu lah yang mengasuh anak kamu, pilihan untuk menikah lagi bisa jadi lebih sulit. Kenapa? Ya, karena kamu tidak sendiri lagi. Kamu tidak boleh mementingkan diri sendiri. Pikirkan anak kamu! Untuk itu, kamu jangan sampai salah langkah lagi. Itu akan sangat berpengaruh besar terhadap anak kamu nantinya. Apa jadinya dia jika mengetahui orang tua telah dua kali bercerai? Bisa-bisa dia juga akan menyepelekan betapa pentingnya memelihara perkawinan agar tetap utuh.

Kesimpulannya, menikah lagi? Boleh. Namun, kamu harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih langkah kamu dibandingkan di waktu-waktu sebelumnya.



Anakku Makhluk Air..!!

Hmmmhh… Postingan saya kali ini membahas soal kebiasaan anak. Khususnya ya anak saya. Bukan dongeng, cerita fiktif atau novel ya. Juga bukan mau ceritain kalo anak saya seorang siluman. Enak aja.. Anak saya sangat sangat sangat normal! Hahayy…!

Saya sudah memperkenalkan air kepada anak saya sejak dia berumur 5 bulan. Maksud saya di sini adalah air dingin. Karena bukan sedikit, ibu-ibu yang baru berani memandikan anaknya dengan air dingin setelah umur 1 tahun. Sedangkan saya, sejak umur 5 bulan telah saya mandikan dengan air biasa seperti layaknya kita mandi yaitu dengan air dingin bukan air hangat. Awalnya memang si bayi menangis menjerit-jerit. Tidak tahan saya mendengarnya. Namun, saya teruskan saja. Mungkin dia kedinginan, namun setelah mandi saya imbangi dengan memberi minyak kayu putih, saya pijit dengan minyak urut, kemudian saya lapisi pakaiannya tebal-tebal agar tidak masuk angin. Nah, setelah beberapa waktu, anak saya mulai terbiasa mandi dengan air dingin. Dia tidak pernah menangis lagi jika dimandikan, bahkan dia tertawa menunjukkan bahwa dia suka dimandikan. Senang rasanya. Tetapi, masalah saya sekarang adalah dia terlalu suka dengan air. Sebegitu senangnya, hingga dia selalu menangis jika sudah selesai mandi. Dia sangat tidak ingin diangkat dari air. Bahkan begitu mendengar suara air, dia langsung bergerak menuju air itu dan kemudian bermain air. Jika dilarang, dia langsung menangis meraung-raung. Padahal, kalau dibiarkan ‘kan bisa masuk angin. Bingung saya mengatasinya.. Kalau dikasi main air, nanti masuk angin, kalau tidak dikasi, tangisannya itu lho.. uhhh buat saya marah sekali.

Begitu lah ceritanya si makhluk air kecil saya ini..



Yang Tua Bukan Berarti Yang Lebih Berpengalaman

Memang ’sih di zaman dahulu (bukan zaman purba kala ya), orang tua lebih berpengalaman ketimbang anak muda. Pernyataan ini khususnya saya bahas dalam soal mengurus anak (Soalnya, saya ‘kan ibu muda nih.. Jadi, ya ngebahas soal anak donk..).

Baru-baru ini saya mendapat kejadian mengesalkan lagi. Simak ceritanya! » Continue Reading



Pelatihan Bagi Si Kecil

Masih dalam pembahasan yang sama, ibu yg mendesak saya untuk menghentikan proses menyusui berkomentar bahwa proses menyusui tidak berpengaruh besar terhadap perkembangan otak. Ibu tersebut memiliki 2 anak, anak pertama perempuan yg proses menyusuinya lebih singkat lebih pintar dibanding anak kedua laki-laki yang disusui selama 2 tahun. Namun, sebenarnya, alasan ibu tersebut tidak memadai. Mengapa saya dapat berkata seperti itu? » Continue Reading



Menyusui Bayi-Bukan Hal Sepele

Beberapa minggu ini, saya sering sekali untuk berhenti menyusui anak saya yang sudah berusia 1 tahun. Alasannya, supaya saya bisa bekerja dan anak saya bisa diurus oleh orang lain. Bahkan, berkali-kali mereka mengatakan hal itu. Dan lagi, kata-kata itu keluar dari mulut ibu-ibu juga! » Continue Reading



Perceraian-jalan keluarkah?

Tentang percerain, banyak orang mengganggapnya sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan masalah. Banyak yg berkomentar “kalau tidak bisa dipertahankan lagi, yah lebih baik bercerai”. Apa memang seperti itu seharusnya? » Continue Reading